Kaidah Kebahasaan Teks Biografi
Kaidah kebahasaan adalah aturan-aturan yang digunakan dalam membentuk kalimat. Kaidah kebahasaan digunakan pada teks sebagai ciri-ciri atau karakteristik yang membedakan teks tersebut dengan jenis lainnya. Kaidah kebahasaan berfungsi untuk memahami bagaimana ketentuan mengatur tata cara berbahasa, baik secara lisan ataupun tulisan.
Terdapat 6 kaidah kebahasaan yang terdapat dalam teks biografi
1.Menggunakan kata ganti orang ketiga tunggal
Kata ganti ketiga tunggal yang digunakan dalam kaidah kebahasaan teks biografi yaitu ia, dia, dan beliau.
Contoh penggunaan kata ganti orang ketiga tunggal
B.J Habibie adalah salah seorang tokoh panutan dan menjadi kebanggaan bagi banyak orang di Indonesia. Beliau adalah Presiden ketiga Republik Indonesia. Nama dan gelar lengkapnya Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie.
Kata "Beliau" pada kutipan teks biografi di atas merupakan kata ganti yang digunakan untuk menggantikan nama B.J Habibie.
2. Menggunakan kata kerja Tindakan
Kata kerja Tindakan adalah kata kerja yang digunakan untuk menjelaskan suatu peristiwa atauperbuatan fisik yang dilakukan oleh tokoh, misalnya belajar, membaca, dan berjalan
Contohnya penggunaan kata kerja tunggal adalah sebagai berikut:
Habibi menjadi yatim sejak kematian bapaknya yang meninggal dunia pada 3 September 1950 karena terkena serangan jantung. Setelah ayahnya meninggal, ibunya menjual rumah dan kendaraannya kemudian pindah ke Bandung bersama anak-anaknya.
Kata "menjual" pada kutipan teks biografi di atas merupakan kata kerja tindakan.
3. Menggunakan kata adjektiva atau kata sifat
Kaidah kebahasaan ketiga yang terdapat dalam teks biografi yaitu menggunakan kata adjektiva atau kata sifat untuk menjelaskan karakter tokoh dalam teks biografi yaitu seperti, pandai, tekun, rajin, giat , ulet dan lain sebagainya.
4. Menggunakan kata kerja pasif
Kaidah kebahasaan yang keempat yaitu menggunakan kata kerja pasif. Kata kerja pasif adalah kata kerja yang subjeknya berposisi sebagai yang dikenai penderita, dan umumnya berawalan di- dan ter-. misalnya, dimakan, dilempar,tertabrak dan lain sebagainya
5. Menggunakan kata kerja mental
Kata kerja kelima dari kaidah kebahasaan teks biografi yaitu kata kerja mental. Kata kerja mental adalah kata kerja yang mengekspresikan reaksi atau respon seseorang terhadap suatu keberadaan, Tindakan, atau pengalaman dalam kehidupannya, contohnya menyetujui, mencintai, memahami, menonton, menyaksikan dan lain sebagainya.
6. Menggunakan konjungsi waktu
Kaidah kebahasaan terakhir yaitu menggunakan konjungsi waktu. Konjungsi waktu adalah konjungsi yang berfungsi untuk menjelaskan hubungan waktu dari sebuah pernyataan. Contohnya adalah apabila, sementara, sesudah, setelah, sejak, tatkala, sampai, dst. Contoh: Tatkala matahari terbenam, anak-anak sudah harus sampai rumah.
Komentar
Posting Komentar